AKU INGIN RAMADHAN KEMBALI!

Entah kenapa, beberapa hari ini terasa berbeda. Segalanya tidak senikmat minggu2 yang lalu. Seakan ada sesuatu yang hilang, dan sepertinya memang ada yang hilang.

Padahal, sama2 shalat, tapi koq terasa beda?

Padahal, sama2 puasa, tapi koq terasa beda?

Padahal, sama2 tilawah, tapi koq terasa beda?

Padahal, padahal… cuma satu minggu yang lalu, tapi koq sangat berbeda?

Satu minggu yang lalu, shalat terasa nikmat. Masjid2 terasa penuh, setiap orang terlihat antusias untuk ke masjid.

Satu minggu yang lalu, puasa terasa nikmat. Tidak ada beban apapun, setiap orang melakukan hal yang sama, kebersamaan pun terasa. Yang ada hanya kenikmatan saat berbuka.

Satu minggu yang lalu, tilawah terasa nikmat. Lidah terasa ringan untuk membaca ayat2Nya. Lantunan ayat suci pun menjadi melodi yang senantiasa mengiringi hari.

Tapi sekarang?

Dan, akhirnya saya pun sadar kalau saya kehilangan sesuatu yang sangat berharga, sesuatu yang sangat saya sesali. Tanpa disadari air matapun mengalir. Padahal, saya sering kehilangan harta dunia, tapi kenapa rasanya tidak semenyesal ini?

Setelah menghilang

Beberapa orang ada yang bergembira, tapi saya sama sekali tidak gembira. Apa yang harus saya gembirakan?

Beberapa orang ada yang merasa merayakan kemanangan, tapi saya sama sekali tidak merasa. Apa yang saya menangkan? Bukankah kemenangan itu hasil dari proses. Lalu proses apa yg sdh saya lakukan sehingga layak mendapatkan kemenangan?

Beberapa orang ada yang bermaaf2an, bukankah tiap melakukan kesalahan seharusnya meminta maaf?

Beberapa pun orang ada yang sedih, mungkinkah ini yang sedang saya rasakan?

Walaupun masih ada beberapa hal yang dapat menghibur saya. Saling mendoakan, saling menjaga silaturahim, kembali bersatu dalam Islam. Ahh terasa nikmat.

Namun, ketika itu semua sudah berakhir, rasa kehilangan itu pun kembali melanda. Semakin diingat, semakin sedih rasanya. Walaupun, entah kenapa saya ingin rasa ini tetap bertahan. Biarpun sedih, saya ingin terus merasakannya. Tetapi, jika ada satu do’a yang ingin saya minta kepada Allah saat ini. Mungkin itu hanya satu :

“AKU INGIN RAMADHAN KEMBALI!”

Under Pressure

Pressure!

Pushing down on me
Pressing down on you no man ask for
Under pressure
That burns a building down
Splits a family in two
Puts people on streets

Bah bah dah bah bah dah
(Yeah) (Yeah)

That’s okay!
It’s the terror of knowing
What this world is about
Watching some good friends
Scream “Let me out!”
Pray tomorrow takes me higher
Pressure on people
People on streets Continue Reading »

Not at My Consciousness

I don’t know why…

It happened so fast…

This is not me…

I’m not at my consciousness…

You’re making History in every second of your life, don’t let it be a Tragedy.

You can forgive me, you can forget me, but i can’t…

I’m unforgiveable…

I’m screwy…

Memories

Ga sengaja nemu foto2 jaman dahulu kala, pada jaman jahiliyah (lho).

dapet piala

dapet piala bersama rekan-rekan seperjuangan TK

lagi kumpul

lagi kumpul, nonton TV (dah warna lom ya)

Hayo tebak yang mana foto saya??

Jadi mengenang masa kecil kembali, sepertinya nikmat, polos, ga pusing mikirin apa2, hehehe. Dah ah nostalgila mlulu…

UTP, Shift 6 BINUS & Musholla dadakan

Ehem2 dah skian lama ga nulis d blog ini, maklum sring lupa klo punya blog :-P. Hmm kali ini mo nulis apa yahh.. Dari judulnya koq ga nyambung sih? ywd jangan dipikirin lah…

Jadi bgini para pembaca skalian (kaya yg buka banyak aja). Bukan maksud dalam rangka Idul Adha, tapi saya ingin bercerita sedikit tentang UTP saya (??). Begini ceritanya :

Baru saja saya selesai UTP alias Ujian Tengah Praktikum mata kuliah Sistem Operasi a.k.a SisOp. Praktikum yang paling malas saya hadiri, padahal pelajarannya cukup mengasikkan menurut saya (karena pake linux). Lho koq bisa begitu? Ya karena jadwal praktikum saya kali ini merupakan jadwal yg paling ingin saya hindari, yaitu shift 6 BINUS atau pk 17.20-19.00 (ga percaya? liat d sini). Shift yang paling saya benci, kenapa? soalnya klo ditungguin sampe pk 19.00 nanti ga dapet maghrib, klo kluar sholat nanti ketinggalan pelajaran. Akhirnya dari 2 opsi tersebut saya pun lebih memilih nomor 2 dengan segala resikonya. Alhasil setiap praktikum, saya pun selalu keluar di tengah2 pelajaran untuk melaksanakan shalat maghrib, beruntungnya beberapa teman saya yang muslim pun juga ikut (walaupun hanya beberapa). Karena kami praktikum di lantai 7, masjid terletak di lantai dasar, untuk PP membutuhkan waktu paling cepat 15 menit, blom sholatnya, daripada lama akhirnya kami pun berpikir untuk membangun ‘musholla’ di lantai 7. Yup, Ada musholla di lantai 7 gedung baru anggrek!!! Yeah, lorong belakang gedung pun menjadi ‘musholla dadakan’ kami. Beberapa kali protekom, house keeping, ataupun orang2 lewat, tapi tak meluntuhkan semangat kami untuk sholat (ciee ileh). Minggu per minggu pun, dilalui oleh saya dan beberapa teman saya untuk sholat maghrib di musholla dadakan tersebut. Awalnya cuma saya cuma ber4. Lama kelamaan makhluk2 yang lain pun ikut insaf. Bahkan pernah shaffnya ampe penuh (lebay ah :-P ). Asik kan klo rame2. Pengalaman yang cukup uniq.

Continue Reading »